Jumat, 04 November 2011

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Sanggar Bahasa
Kode Mata Kuliah : MKB 3313
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Fakultas/Universitas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ C9
Bobot : 2 Sks
A. Essay:
Jelaskan perbedaan penggunaan bahasa lisan dan bahasa tulis nonformal dan formal berikut ini berdasarkan pernyataan bahwa bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang!
Ragam Nonformal Lisan: dipakai untuk berbicara sehari-hari di rumah, bergunjing, bercerita, mengobrol.
Ragam Formal Lisan: dipakai untuk berceramah ilmiah, berpidato resmi, berdiskusi formal, berdebat resmi.
Ragam Nonformal Tulis: dipakai untuk menulis surat kepada kerabat, menulis surat kepada teman, menulis catatan harian.
Ragam Formal Tulis: dipakai untuk menulis surat resmi, menulis makalah dan artikel, menulis proposal, menulis laporan formal.
B. Essay:

Buatlah sebuah artikel yang membahas masalah logika dalam pelajaran bahasa Indonesia dengan terlebih dahulu menentukan: topik artikel dan kerangka artikel. Artikel minimal 1000 kata!

C. Essay:
1. Carilah sebuah artikel yang membahas problematika pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Parafrasekan artikel tersebut setelah terlebih dahulu menilai isi, urutan pikiran, dan bahasa yang terkandung dalam artikel tersebut!
2. Jelaskan pengertian parafrase!
3. Carilah topik dalam paragraf berikut ini, berada di awal, di awal dan akhir, atau di akhir paragraf, berikan alasan yang tepat!
”Banyak warga Wonogiri pergi ke Jakarta, (karena) kota itu disangka orang tempat yang dengan mudah menyediakan mata pencaharian. (Tetapi) kenyataannya tidak seperti yang diimpikan orang.

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!









UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Sanggar Bahasa
Kode Mata Kuliah : MKB 3313
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Fakultas/Universitas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ C9
Bobot : 2 Sks
A. Essay:
Jelaskan perbedaan penggunaan bahasa lisan dan bahasa tulis nonformal dan formal berikut ini berdasarkan pernyataan bahwa bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang!
Ragam Nonformal Lisan: dipakai untuk berbicara sehari-hari di rumah, bergunjing, bercerita, mengobrol.
Ragam Formal Lisan: dipakai untuk berceramah ilmiah, berpidato resmi, berdiskusi formal, berdebat resmi.
Ragam Nonformal Tulis: dipakai untuk menulis surat kepada kerabat, menulis surat kepada teman, menulis catatan harian.
Ragam Formal Tulis: dipakai untuk menulis surat resmi, menulis makalah dan artikel, menulis proposal, menulis laporan formal.

B. Essay:

Buatlah sebuah artikel yang membahas masalah logika dalam pelajaran bahasa Indonesia dengan terlebih dahulu menentukan: topik artikel dan kerangka artikel. Artikel minimal 1000 kata!

C. Essay:
1. Carilah sebuah artikel yang membahas problematika pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Parafrasekan artikel tersebut setelah terlebih dahulu menilai isi, urutan pikiran, dan bahasa yang terkandung dalam artikel tersebut!
2. Jelaskan pengertian parafrase!
3. Carilah topik dalam paragraf berikut ini, berada di awal, di awal dan akhir, atau di akhir paragraf, berikan alasan yang tepat!
”Ilmuwan dari University of Maryland Medical Center, Baltimore, Amerika Serikat berhasil menunjukkan keterkaitan antara tawa dan kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, tawa terlihat dapat melancarkan peredaran darah. ”Tiga puluh menit berolah raga sebanyak tiga kali dalam seminggu serta 15 menit tertawa lepas semestinya dijadikan bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Michael Miller dari universitas tersebut.

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!





UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Morfologi
Kode Mata Kuliah : MKB 3303
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Fakultas/Universitas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ C2
Bobot : 3 Sks
A. Essay:
Jelaskan perbedaan penggunaan morfem bebas dan morfem terikat yang terdapat pada wacana berikut ini!
Ragam Nonformal Lisan: dipakai untuk berbicara sehari-hari di rumah, bergunjing, bercerita, mengobrol.
Ragam Formal Lisan: dipakai untuk berceramah ilmiah, berpidato resmi, berdiskusi formal, berdebat resmi.
Ragam Nonformal Tulis: dipakai untuk menulis surat kepada kerabat, menulis surat kepada teman, menulis catatan harian.
Ragam Formal Tulis: dipakai untuk menulis surat resmi, menulis makalah dan artikel, menulis proposal, menulis laporan formal.

B. Essay:

Jelaskan fungsi dan makna prefiks dan infiks beserta contoh penggunaannya dalam kalimat minimal 5 buah!

C. Essay:

1. Jelaskan pengertian alomorf dan proses morfofonemik!

2. Carilah alomorf dan morfofonemik dalam paragraf berikut ini! Jelaskan dan berikan alasan yang tepat!
”Ilmuwan dari University of Maryland Medical Center, Baltimore, Amerika Serikat berhasil menunjukkan keterkaitan antara tawa dan kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, tawa terlihat dapat melancarkan peredaran darah. ”Tiga puluh menit berolah raga sebanyak tiga kali dalam seminggu serta 15 menit tertawa lepas semestinya dijadikan bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Michael Miller dari universitas tersebut.

3. Jelaskan penggunaan afiks asing yang masih produktif!


Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!





UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Morfologi
Kode Mata Kuliah : MKB 3303
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Fakultas/Universitas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ C2
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Jelaskan perbedaan penggunaan morfem bebas dan morfem terikat yang terdapat pada wacana berikut ini!
Ragam Nonformal Lisan: dipakai untuk berbicara sehari-hari di rumah, bergunjing, bercerita, mengobrol.
Ragam Formal Lisan: dipakai untuk berceramah ilmiah, berpidato resmi, berdiskusi formal, berdebat resmi.
Ragam Nonformal Tulis: dipakai untuk menulis surat kepada kerabat, menulis surat kepada teman, menulis catatan harian.
Ragam Formal Tulis: dipakai untuk menulis surat resmi, menulis makalah dan artikel, menulis proposal, menulis laporan formal.

B. Essay:

Jelaskan fungsi dan makna sufiks dan konfiks beserta contoh penggunaannya dalam kalimat minimal 5 buah!

C. Essay:

1. Jelaskan pengertian alomorf dan proses morfofonemik!

2. Carilah alomorf dan morfofonemik dalam paragraf berikut ini! Jelaskan dan berikan alasan yang tepat!
”Ilmuwan dari University of Maryland Medical Center, Baltimore, Amerika Serikat berhasil menunjukkan keterkaitan antara tawa dan kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, tawa terlihat dapat melancarkan peredaran darah. ”Tiga puluh menit berolah raga sebanyak tiga kali dalam seminggu serta 15 menit tertawa lepas semestinya dijadikan bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Michael Miller dari universitas tersebut.

3. Jelaskan penggunaan afiks asing yang masih produktif beserta contoh afiks tersebut!


Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!







UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)


Mata Kuliah : Teori Belajar Bahasa
Kode Mata Kuliah : MKB 3511
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Fakultas/Universitas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ A5
Bobot : 2 Sks

A. Essay

1. Jelaskan proses pemerolehan bahasa dalam kehidupan manusia!
2. Jelaskan dengan rinci mengenai bagian otak manusia yang mengolah bahasa!
3. Jelaskan faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemerolehan bahasa anak usia sekolah dalam pembelajaran bahasa di sekolah!
4. Jelaskan perbedaan yang mendasar antara teori belajar : (a) Teori Koneksionisme dari Thorndike, (b) Teori Conditioning, © Teori Gestalt dari Koffka, (d) Teori Medan dari Lewin!
5. Jelaskan berdasarkan pengamatan data di lapangan mengenai tahapan perkembangan fisik dan psikis anak dalam pemerolehan bahasa pertama!
6. Jelaskan dengan menggunakan peta konsep mengenai perbedaan pemerolehan bahasa pertama (B1) dengan pemerolehan bahasa kedua (B2)!


Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!

Selasa, 01 November 2011

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.03
Bobot : 3 Sks
A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif!
1. Di negara-negara itu bahaya-bahayanya penyakit tersebut masih dikhawatirkan akan selalu mengancam setiap waktu.
2. Hakekat bahasa yang sebenarnya untuk memberikan pengertian kepada kita makna apa yang terkandung oleh kita dan juga memberikan pengertian apa yang kita ucapkan dan maksudkan.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!
1. Diksi non fiksi:
Pelaku antara pasar konsumsi dan pasar faktor produksi berkebalikan. Pada pasar konsumsi yang menjadi penjual atau penyedia barang yang dijual adalah produsen, sedangkan pada pasar faktor produksi, modal, tenaga kerja, dan alam dijual dan disediakan oleh masyarakat yang biasa menjadi konsumen dalam pasar barang konsumsi (rumah tangga konsumsi). Begitu pula pembelinya, pada pasar faktor produksi pembeli yang membutuhkan (tanah, bahan baku, tenaga kerja, dan modal) adalah para produsen untuk memenuhi kebutuhan proses produksinya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 1)
Barangsiapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilang nama
Barangsiapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang makrifat
Barangsiapa mengenal Allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah
Barangsiapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari
Barangsiapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terperdaya
Barangsiapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang niaga beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang ekonomi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik dan benar!
a. Lagu itu amat meresapkan hatinya sekali
b. Isi dari perjanjian itu ialah Indonesia menyediakan pulau Batam untuk daerah industri, sedangkan Singapura harus menyediakan modal.
c. Pers sepertinya tidak mau memperhatikan peringatan pemerintah.
d. Dewasa ini pertumbuhan agama Islam di Amerika cukup baik.
e. Setelah tinggal di Singapura orang mesti pandai berbahasa Inggris.
f. Dalam pembagian pupuk petani harus didahului.
g. Dua hari sebelum 17 Agustus semua toko harus sudah siap dihias.
h. Berapa jumlah pendapatmu hari ini?
i. Saya berselisih pendapat dengan dia.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Adat – tradisi
Antik – kuno
Ahad – minggu
Angkut – angkat
Asuh – ajar
Akan – hendak
Ampas – limbah
Anyir – busuk
Batas – hingga
Bulat – bundar

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!











UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.03
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Tak lupa saya ucapkan banyak-banyak terimakasih atas perhatian bapak yang mana telah sudi membimbing kami dan memberikan kritik-kritik, bila ada kesalahan-kesalahan/kekurangan-kekurangan dalam karya saya ini, mohon dimaafkan.
2. Begitu juga dengan jaminan sosial mereka dalam bidang pendidikan, bagi mereka faktor pendidikan merupakan salah satu faktor yang terpenting untuk dapat menjadi negara yang maju.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Pelaku antara pasar konsumsi dan pasar faktor produksi berkebalikan. Pada pasar konsumsi yang menjadi penjual atau penyedia barang yang dijual adalah produsen, sedangkan pada pasar faktor produksi, modal, tenaga kerja, dan alam dijual dan disediakan oleh masyarakat yang biasa menjadi konsumen dalam pasar barang konsumsi (rumah tangga konsumsi). Begitu pula pembelinya, pada pasar faktor produksi pembeli yang membutuhkan (tanah, bahan baku, tenaga kerja, dan modal) adalah para produsen untuk memenuhi kebutuhan proses produksinya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 2)
Barangsiapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Barangsiapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Barangsiapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barangsiapa meninggalkan zakat
Tiada hartanya beroleh berkat
Barangsiapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji



C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang pendidikan beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang ekonomi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Dalam sejarah Indonesia terkenal Konferensi Meja Bulat.
b. Sekali-sekali tidaklah saya mencintai dia.
c. Perbuatan jembatan itu banyak memerlukan biaya.
d. Dia meloncat ke dalam air.
e. Dia seorang atlit lompat galah.
f. Kami menyampaikan ucapan duka cita kepada para korban.
g. Kalau kita akan berangkat 10 hari lagi, maka hari keberangkatan kita jatuh minggu depan.
h. Buku tulis ABC enak ditulisnya.
i. Tadi saya sudah katakan.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Bunyi – suara
Buah – isi
Berikan – hidangkan
Beda – selisih
Bank – bang
Boroh – buruh
Bersalah – berdosa
Bantuan – pinjaman
Bobot – bubut
Bara – barah




D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!



UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi / UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.04
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Selain udara, matahari juga berguna bagi pembentukan Vitamin D dan pembentukan tulang.
2. Di dalam keluarga di mana dua orang manusia, dengan kuasa yang diterima dari Allah sendiri, mampu menciptakan seorang manusia baru.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 3)
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Berjalan hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi



C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang lisan beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang ekonomi akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Ucapanmu itu adalah tidak benar
b. Apa yang mereka harus perbuat
c. Rumahnya adik saya besar sekali
d. Dia diberi tahu yang ayahnya meninggal
e. Sebelumnya jam 10 saya tak bisa tidur
f. Bajumu bagus, di mana belinya?
g. Sudah saya bilang sama dia ayahnya akan datang
h. Si sakit itu akan makan sate.
i. Dia suka datang terlambat.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Bulu – buluh
Bengkalai – sisa
Biarkan – lepaskan
Bekerja – bermain
Bungkus – balut
Berlari – bergegas
Bertempur – berperang
Bukan – tidak
Belah – keping
Curi – rampok





D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!



UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi / UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.04
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Dari beberapa pokok persoalan yang diberikan untuk membandingkan dua atau lebih dialek, antara lain dalam bidang fonetik atau semantik.
2. Di dalam buku ini terdapat istilah-istilah kekerabatan yang terdapat pula orang Jawa dan Sunda dalam susunan masyarakat, yang ditulis berdasarkan Ilmu Antropologi.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 4)
Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datang daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikit pun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung





C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang tulisan beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Ekonomi Akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Sukar sekali memahamkan hitungan itu.
b. Saya hendak ke pasar besok akan membeli sepatu.
c. Kepada Bapak Kepala Sekolah waktu dan tempat kami persilahkan.
d. Bersama surat ini saya ucapkan terima kasih.
e. Saya disuruh pulang sama ibu.
f. Di mana rumahnya Si Leman.
g. Tolong tanyakan sama dokter!
h. Bolehnya bicara dengan siapa?
i. Hari ini banyak orang berbelanja di pasar. Mereka-mereka kebanyakan ibu rumah tangga.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Cobaan – siksaan
Cocok – cucuk
Contoh – ibarat
Cermin – kaca
Cerdik – pintar
Cerita – berita
Daki – kotoran
Dengan – dan
Dalil – dalih
Di – ke




D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!














UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.06
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Kegunaan dengan adanya gedung sekolah dalam menjalankan pendidikan, tentu saja di sini meliputi kegunaan dari sekolah-sekolah yang rendah tingkatannya sampai kepada sekolah tinggi.
2. Dengan besarnya pengaruh tenaga pendidik dalam soal pendidikan maka kiranya pemerintah perlu mengadakan perbaikan-perbaikan dalam rangka kesejahteraan guru-guru, misalnya dengan diberi jaminan sosial yang baik bagi guru-guru itu, antara lain: gaji yang cukup memuaskan serta perumahan yang baik, yang sesuai dengan mereka, pengangkutan yang disediakan untuk para guru-guru, baju beberapa stel untuk mengajar, sepatu, iuran untuk guru-guru, tiap-tiap bulan sebagai tambahan dan honorarium yang cukup memuaskan bagi guru-guru yang mempunyai kelebihan jam mengajar.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 5)
Jika hendak mengenal orang yang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang yang mulia
Lihat kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan ragam dialek beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Ekonomi Akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Kita orang tidak suka makan daging.
b. Bukunya siapa ini?
c. Bapak menanyakan saya dengan ibu?
d. Sementara orang meragukan berita itu.
e. Bilang sama dia, ”Kami sudah makan”.
f. Saya punya anak nakal sekali.
g. Botol itu berisi dengan minyak.
h. Di waktu hujan jalan itu licin.
i. Nasibmu bergantung dari usahamu sendiri.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Debu – tanah
Dikenal – terkenal
Dihentikan – diberhentikan
Efektif – Efisien
Enteng – ringan
Engkar – pembangkang
Ekor – kemudi
Fiktif – palsu
Forum – saluran
Gagap – gugup

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!












UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi / UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.06
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Kita seringkali mendengar dan mengetahui berita-berita dari surat-surat khabar, majalah-majalah maupun dari berita-berita yang kita peroleh sendiri di beberapa tempat terutama di daerah Jawa Barat timbul keluh kesah dari rakyat terutama kaum petani, ini disebabkan merajalelanya tikus-tikus yang menyebabkan berpuluh-puluh bahkan ratusan hektare sawah-ladang dalam sekejap mata habis terganyang oleh hama tikus itu.
2. Semua sebab akibatnya sangat menyedihkan bagi rakyat terutama kaum petani karena di daerahnya kemungkinan besar akan timbul bahaya kelaparan timbul penyakit dan bahaya kemungkinan kekurangan bahan makanan pokok lain, misalnya jagung, singkong, dan tanaman palawija lainnya.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 6)
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan ragam terpelajar beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Ekonomi Akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Dia duduk di muka sendiri
b. Di ujung jalan itu ada tempat bikin betul sepeda
c. Kamu malas, makanya dimarahi bapak
d. Pertemuan kita hari ini yang mana untuk membahas program kerja bulan depan
e. Busi yang sudah mati tidak berguna lagi
f. Teman yang baik adalah teman yang patuh
g. Tolong belikan saya jagung bakar
h. Saya disuruh guru mengumpulkan pulpennya yang jatuh
i. Indonesia berbeda waktu dengan Inggris 10 jam.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Gugur – runtuh
Perahu – Tongkang
Perlombaan – Pertandingan
Pelajaran – Pengajaran
Patuh – setia
Peradilan – pengadilan
Pakar – pikir
Pancuran – pancaran
Pekan – pakan
Penghitungan – perhitungan





D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!

Sabtu, 22 Oktober 2011

Penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas

A. Pendahuluan

Salah satu problema dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) bagi kebanyakan guru adalah menuliskan laporannya. Setelah semua siklus dilaksanakan, hasil telah diperoleh, semua bahan telah terkumpul, lantas bagaimana cara menyusunnya dalam bentuk laporan? Apakah laporan PTK sama atau berbeda bentuknya dengan penelitian formal? Aspek apa yang harus ditonjolkan dalam PTK sebagai karakteristik penelitian yang khas untuk keperluan peningkatan hasil belajar??

PTK lebih mengutamakan proses daripada hasil karena proses pelaksanaannya itulah yang akan ditiru atau diterapkan kembali oleh pembaca (sesama guru) dalam pembelajarannya sendiri. Hasilnya, tentu, juga penting sebagai bukti bahwa pilihan tindakan yang digunakan memang sukses meningkatkan hasil belajar. Namun, bagaimana proses mencapai hasil itu lebih penting karena dengan cerita penerapan itulah, peneliti lain akan mengujicoba, baik untuk keperluan penelitian atau pembelajaran.

Sering terlihat laporan PTK seperti laporan penelitian eksperimen karena isinya hanyalah pencapaian siswa dalam dua siklus, kemudian hasil kedua siklus itu dibandingkan dengan uji statistik. Setelah dapat angka kenaikannya maka dibahas. Adapun bagaimana peningkatan itu dicapai, tidak dijelaskan. Itu bukan laporan PTK.

Jumat, 15 Juli 2011

UJIAN TENGAH SEMESTER MK BAHASA INDONESIA (KONSENTRASI BIMBINGAN KONSELING)

MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Konsentrasi : Kependidikan Islam / Bimbingan Konseling (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011
Semester/Kelas : Pendek/II C
Bobot : 2 Sks
A. Essay
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif!
1. Selain udara, matahari juga berguna bagi pembentukan Vitamin D dan pembentukan tulang.
2. Di dalam keluarga di mana dua orang manusia, dengan kuasa yang diterima dari Allah sendiri, mampu menciptakan seorang manusia baru.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!
1. Diksi non fiksi:
Menurut Prayitno (2004:1), “Layanan konsultasi adalah layanan konseling oleh konselor terhadap pelanggan (konsulti) yang memungkinkan konsulti memperoleh wawasan, pemahaman dan cara yang perlu dilaksanakan untuk menangani pihak ketiga”. Konsulti pada dasarnya dilaksanakan secara perorangan dalam format tatap muka antara konselor (sebagai konsultan) dengan konsulti. Konsultasi dapat juga dilakukan terhadap dua orang konsulti atau lebih kalau konsulti-konsulti itu menghendakinya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 3)
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Berjalan hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang lisan beserta contoh!
2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!
3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang kimia!
4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Ucapanmu itu adalah tidak benar
b. Apa yang mereka harus perbuat
c. Rumahnya adik saya besar sekali
d. Dia diberi tahu yang ayahnya meninggal
e. Sebelumnya jam 10 saya tak bisa tidur
f. Bajumu bagus, di mana belinya?
g. Sudah saya bilang sama dia ayahnya akan datang
h. Si sakit itu akan makan sate.
i. Dia suka datang terlambat.
5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Bulu – buluh
Bengkalai – sisa
Biarkan – lepaskan
Bekerja – bermain
Bungkus – balut
Berlari – bergegas
Bertempur – berperang
Bukan – tidak
Belah – keping
Curi – rampok
D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!











MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Konsentrasi :Kependidikan Islam /Bimbingan Konseling (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011
Semester/Kelas : Pendek/II C
Bobot : 2 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif!
1. Dari beberapa pokok persoalan yang diberikan untuk membandingkan dua atau lebih dialek, antara lain dalam bidang fonetik atau semantik.
2. Di dalam buku ini terdapat istilah-istilah kekerabatan yang terdapat pula orang Jawa dan Sunda dalam susunan masyarakat, yang ditulis berdasarkan Ilmu Antropologi.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi Non Fiksi:
Layanan konsultasi juga didefinisikan bantuan dari konselor ke klien di mana konselor sebagai konsultan dan klien sebagai konsulti, membahas tentang masalah pihak ketiga. Pihak ketiga yang dibicarakan adalah orang yang merasa mempertanggungjawabkan konsulti, misalnya anak, murid atau orang tuanya. Bantuan yang diberikan untuk memandirikan konsulti sehingga ia mampu menghadapi pihak ketiga yang dipermasalahkannya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 4)
Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datang daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikit pun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang tulisan beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Bimbingan Konseling!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Sukar sekali memahamkan hitungan itu.
b. Saya hendak ke pasar besok akan membeli sepatu.
c. Kepada Bapak Kepala Sekolah waktu dan tempat kami persilahkan.
d. Bersama surat ini saya ucapkan terima kasih.
e. Saya disuruh pulang sama ibu.
f. Di mana rumahnya Si Leman.
g. Tolong tanyakan sama dokter!
h. Bolehnya bicara dengan siapa?
i. Hari ini banyak orang berbelanja di pasar. Mereka-mereka kebanyakan ibu rumah tangga.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Cobaan – siksaan
Cocok – cucuk
Contoh – ibarat
Cermin – kaca
Cerdik – pintar
Cerita – berita
Daki – kotoran
Dengan – dan
Dalil – dalih
Di – ke

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!

Sabtu, 23 April 2011

Soal Ujian Mid Semester Pendidikan Kimia

MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Kimia (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011 (26 April 2011)
Semester/Kelas : Genap/II A
Bobot : 2 Sks
Essay Tipe A:
1 a. Peristiwa apa saja yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia!
b. Jelaskan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia!
c. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Apa maksudnya?
2. Pilihlah salah satu topik di bawah ini, kemudian buatlah uraian singkat dengan menggunakan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar!
a. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengembangan ilmu bidang Kimia.
b. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengetahuan.
c. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa teknologi.
d. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa seni.
3. a. Jelaskan pengertian diksi dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat, sesuai dengan pemahaman kamu!
b. Buatlah sebuah paragraf/tulisan yang menggunakan majas (figure of speech) dan idiom!
4. Jelaskan Pengertian kesejajaran atau paralelisme dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat!
5. Telitilah kesalahan atau kejanggalan dalam kalimat-kalimat di bawah ini dan selanjutnya perbaiki menjadi struktur kalimat yang benar dan efektif!
a. Menjawab pertanyaan wartawan dikatakan oleh Menteri bahwa ia tidak tahu menahu.
b. Cepat atau lambat kejahatan itu akan diketemukan juga.
c. T. Nakamura tidak menempuh jalan yang dipilih rekan-rekannya terdahulu.
d. 100 rumah selesai dibangun di kompleks perumahan itu.
e. Berkas perkara koneksitas penyeludup mobil mewah diserahkan.
f. Pada saya diminta untuk menjelaskan kebijaksanaan.
g. Yang dianggap unik hanya dimiliki oleh satu-satunya gedung perkantoran Pemerintah di Indonesia ialah disediakan ruangan senam dengan berbagai fasilitas olah raga di lantai 24.
h. Di lantai teratas diperuntukkan sebagai landasan helikopter yang dapat melakukan pendaratan untuk suatu keadaan darurat seperti terjadi kebakaran dan lain-lain.





Essay Tipe B:
Perbaikilah pungtuasi, ejaan, penulisan huruf dan penulisan kata menjadi EYD yang baik dan benar) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Paragraf Pertama:
Tulislah dengan lima puluh kurang satu tahun yang lalu 1928 tidak ada universitas atau institut pendidikan tinggi di kepulauan kita yang amat luas ini pada waktu itu ada hanya fakultas teknik terletak di bandung dan dengan jumlah mahasiswa yang amat sedikit semua guru besar merupakan orang belanda yang mengajar dalam bahasa belanda dan yang menggunakan buku-buku pelajaran yang tertulis dalam bahasa belanda atau bahasa Jerman pada waktu itu ada hanya dua fakultas di jakarta fakultas hukum dan fakultas kedokteran di kota-kota lain di daerah-daerah lain tidak fakultas sekalian fakultas ada di jawa barat (Harsja W. Bachtiar).
Paragraf Kedua:
Perubahan materi di alam di bagi menjadi dua, yaitu: perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru. Perubahan fisika merupakan proses perubahan wujud saja dan perubahan ini dapat balik. Contoh: es mencair, air membeku, air menguap, kapur barus menyublim, beras menjadi tepung. Kalau kita perhatikan, contoh perubahan fisika di atas merupakan perubahan wujud saja, sedangkan zatnya tidak berubah. (Reaksi Kimia – Klasifikasi Materi).
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan dalam uraian jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!












MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Kimia (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011 (26 April 2011)
Semester/Kelas : Genap/II A
Bobot : 2 Sks
Essay Tipe A:
1. Jelaskan jarak penutur dan lawan tutur dalam hubungannya dengan ragam bahasa tidak baku berdasarkan contoh!
2. a. Temukan peristiwa apa saja yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia!
b. Jelaskan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia!
c. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Apa maksudnya?
3. Pilihlah salah satu topik di bawah ini, kemudian buatlah uraian singkat dengan menggunakan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar!
a. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengembangan ilmu bidang Kimia.
b. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengetahuan.
c. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa teknologi.
d. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa seni.
4. a. Jelaskan pengertian diksi dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat, sesuai dengan pemahaman kamu!
b. Buatlah sebuah paragraf/tulisan yang menggunakan majas (figure of speech) dan idiom!
5. Telitilah kesalahan atau kejanggalan dalam kalimat-kalimat di bawah ini dan selanjutnya perbaiki menjadi struktur kalimat yang benar dan efektif!
a. Masalah pengembalian para penyeludup yang lari dari Indonesia belum diperoleh gambaran akan berhasil.
b. Kata orang, bahasa hak-milik masyarakat. Jika begitu, marilah kita semua merasa menjadi anggota masyarakat, dan tidak seakan-akan di atasnya, turut memelihara bahasa kita.
c. Bukti autentik kasak-kusuk sudah didapatkan.
d. Menjadi pewaris angkatan 45.
e. Penataran Ilmu Bedah Orthopaedi di Rumah-Sakit-Rumah-Sakit swasta.
f. Hal itu tergantung dari izin untuk dididik lebih lanjut daripada ahli bedah-bedah di daerah yang membutuhkan.
g. Kepala Polisi U, mengumumkan mengenai perubahan lalu lintas sekitar Menteng.
h. Penggalian semacam itu ternyata mengakibatkan longsor, hingga seorang penduduk mati tertimbun.


Essay Tipe B:
Perbaikilah pungtuasi dan ejaan penulisan huruf dan penulisan kata menjadi EYD yang baik dan benar) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Paragraf Pertama:
ternyata bahwa semua mahasiswa daerah I berasal dari bogor dan sekitarnya tahun ijazahnya ialah 1976 b dari daerah II 7 orang mahasiswa memiliki ijazah 1975 dan 16 orang berasal dari kota-kota universitas seperti jakarta bandung yogya dan surabaya c mahasiswa dari daerah III berasal dari yogya dengan tahun ijazah 1975 di daerah V dan VI selain terdapat mahasiswa dengan rapor SMA yang baik juga terdapat mahasiswa dari sekolah-sekolah kejuruan yang disitu dianggap sebagai pelajaran yang berprestasi baik mahasiswa yang termasuk di daerah VII juga berasal dari sekolah kejuruan (Andi Hakim Nasoetion).
Paragraf Kedua:
Perubahan materi di ala mini dibagi menjadi dua, yaitu: perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru. Zat yeng terbentuk berbeda jika dibandingkan asalnya. Perubahan kimia tidak dapat dibalik. Misalnya kertas jika dibakar akan menghasilkan arang, arang yang terbentuk tidak dapat dijadikan kertas lagi. Contoh: pelapukan kayu, lilin dibakar, besi berkarat. Zat yang terbentuk setelah terjadi perubahan kimia berbeda sifat maupun wujudnya. (Reaksi Kimia – Klasifikasi Materi).
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan dalam uraian jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!












MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Kimia (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011 (27 April 2011)
Semester/Kelas : Genap/II B
Bobot : 2 Sks
Essay Tipe A:
1 a. Peristiwa apa saja yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia!
b. Jelaskan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia!
c. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Apa maksudnya?
2. Pilihlah salah satu topik di bawah ini, kemudian buatlah uraian singkat dengan menggunakan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar!
a. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengembangan ilmu bidang Kimia.
b. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengetahuan.
c. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa teknologi.
d. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa seni.
3. a. Jelaskan pengertian diksi dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat, sesuai dengan pemahaman kamu!
b. Buatlah sebuah paragraf/tulisan yang menggunakan majas (figure of speech) dan idiom!
4. Jelaskan Pengertian koherensi yang baik dan kompak dan berikan contoh pemakaiannyadalam kalimat!
5. Telitilah kesalahan atau kejanggalan dalam kalimat-kalimat di bawah ini dan selanjutnya perbaiki menjadi struktur kalimat yang benar!
a. 70 perusahaan Pekapuran Cirebon Terancam Tertutup.
b. Sebagian besar Pejabat Pertanian esselon II juga menjalani pergantian.
c. Direktur pengolahan Ir. S. akan membawahi Divisi Pemasaran.
d. Selesai akad nikah, dilajutkan dengan upacara adat sunda di kediaman mempelai wanita.
e. Demikanlah laporan saya dan harap menjadi periksa adanya.
f. Barangsiapa yang tidak menaati pengumuman ini akan dipertangungjawabkan terhadap segala akibat yang ditimbulkannya.
g. Motif yang bertolak kepada masalah tanah dalam keterangan itu tidak ditemukan.
h. Jepang harus ganti polanya hubungan ekonomi.





Essay Tipe B:
Perbaikilah pungtuasi dan ejaan penulisan huruf dan penulisan kata menjadi EYD yang baik dan benar) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Paragraf Pertama:
Tulislah dengan lima puluh kurang satu tahun yang lalu 1928 tidak ada universitas atau institut pendidikan tinggi di kepulauan kita yang amat luas ini pada waktu itu ada hanya fakultas teknik terletak di bandung dan dengan jumlah mahasiswa yang amat sedikit semua guru besar merupakan orang belanda yang mengajar dalam bahasa belanda dan yang menggunakan buku-buku pelajaran yang tertulis dalam bahasa belanda atau bahasa Jerman pada waktu itu ada hanya dua fakultas di jakarta fakultas hukum dan fakultas kedokteran di kota-kota lain di daerah-daerah lain tidak fakultas sekalian fakultas ada di jawa barat (Harsja W. Bachtiar).
Paragraf Kedua:
Sebenarnya reaksi kimia itu adalah tumbukan antar partikel zat-zat yang bereaksi. Semakin banyak zat-zat yang bertumbukan maka reaksi akan semakin cepat dan sebaliknya semakin sedikit tumbukan reaksi akan lambat. Tumbukan berarti berdekatannya suatu zat sehingga akan menghasilkan zat baru. Untuk mempercepat suatu reaksi dapat dilakukan dengan cara: memperkecil ukuran materi dan menaikkan temperatur. (Reaksi Kimia – Klasifikasi Materi).
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan dalam uraian jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!













MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Kimia (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011 (27 April 2011)
Semester/Kelas : Genap/II B
Bobot : 2 Sks

Essay Tipe A:
1. Jelaskan jarak penutur dan lawan tutur dalam hubungannya dengan ragam bahasa tidak baku berdasarkan contoh!
2. a. Temukan peristiwa apa saja yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia!
b. Jelaskan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia!
c. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Apa maksudnya?
3. Pilihlah salah satu topik di bawah ini, kemudian buatlah uraian singkat dengan menggunakan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar!
a. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengembangan ilmu bidang Kimia.
b. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengetahuan.
c. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa teknologi.
d. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa seni.
4. a. Jelaskan pengertian diksi dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat, sesuai dengan pemahaman kamu!
b. Buatlah sebuah paragraf/tulisan yang menggunakan majas (figure of speech) dan idiom!
5. Telitilah kesalahan atau kejanggalan dalam kalimat-kalimat di bawah ini dan selanjutnya perbaiki menjadi struktur kalimat yang benar!
a. Duduklah yang baik dan bicaralah yang benar.
b. Tenaga ahli sangat kurang jumlahnya untuk proyek ini
c. Hak manusia haruslah dihormati dengan baik
d. Hendaklah kita insafi bahwa apa yang kita telah lakukan tidak sah menurut peraturan organisasi kita
e. Hadirin dan hadirat dalam bulan Ramadhan ini marilah kita perlihatkan kita punya jiwa besar
f. Sebelum dibicarakan secara formal baiklah diadakan dahulu pendekatan secara informal.
g. Tempat pemberhentian bus sudah banyak didirikan.
h. Sementara orang mengatakan bahwa hal itu tak usah dibesar-besarkan.


Essay Tipe B:
Perbaikilah pungtuasi dan ejaan penulisan huruf dan penulisan kata menjadi EYD yang baik dan benar) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Paragraf Pertama:
ternyata bahwa semua mahasiswa daerah I berasal dari bogor dan sekitarnya tahun ijazahnya ialah 1976 b dari daerah II 7 orang mahasiswa memiliki ijazah 1975 dan 16 orang berasal dari kota-kota universitas seperti jakarta bandung yogya dan surabaya c mahasiswa dari daerah III berasal dari yogya dengan tahun ijazah 1975 di daerah V dan VI selain terdapat mahasiswa dengan rapor SMA yang baik juga terdapat mahasiswa dari sekolah-sekolah kejuruan yang disitu dianggap sebagai pelajaran yang berprestasi baik mahasiswa yang termasuk di daerah VII juga berasal dari sekolah kejuruan (Andi Hakim Nasoetion).
Paragraf Kedua:
Aturan penulisan lambang unsure terdiri dari dua jenis, yaitu penulisan satu huruf dan penulisan dua huruf. Bila satu huruf, maka huruf besar (kapital) dari nama ilmiahnya. Contoh: Karbon (Carbonium) = C. Hidrogen (Hydrogenium) = H. Sedangkan dua huruf maka huruf pertama huruf besar (kapital) dan huruf kedua huruf kecil dari nama ilmiahnya. Contoh: Aluminium (Aluminium) = Al, Kalsium (Calsuim) = Ca, Besi (Ferrum) = Fe. (Reaksi Kimia – Klasifikasi Materi).
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan dalam uraian jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!












MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Kimia (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011 (26 April 2011)
Semester/Kelas : Genap/II C
Bobot : 2 Sks
Essay Tipe A:
1 a. Peristiwa apa saja yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia!
b. Jelaskan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia!
c. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Apa maksudnya?
2. Pilihlah salah satu topik di bawah ini, kemudian buatlah uraian singkat dengan menggunakan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar!
a. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengembangan ilmu bidang Kimia.
b. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengetahuan.
c. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa teknologi.
d. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa seni.
3. a. Jelaskan pengertian diksi dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat, sesuai dengan pemahaman kamu!
b. Buatlah sebuah paragraf/tulisan yang menggunakan majas (figure of speech) dan idiom!
4. Jelaskan Pengertian penalaran (logika) kalimat dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat!
5. Telitilah kesalahan atau kejanggalan dalam kalimat-kalimat di bawah ini dan selanjutnya perbaiki menjadi struktur kalimat yang benar!
a. Dia sering berlagak pintar sendiri mentang-mentang dia kaya sendiri.
b. Seperti saya telah katakana saudara harus menceritakan apa yang saudara telah alami.
c. Harap tenang, baru ada ujian.
d. Sebelumnya dipikir jangan berbicara dahulu.
e. Di dalam keputusan itu mengandung kebijaksanaan yang dapat menguntungkan umum.
f. Orang itu saudara saya punya istri.
g. Hal itu pasti akan diketahui juga di kelak kemudian hari.
h. Kepala Direktorat kepada siapa laporan ini harus disampaikan tidak ada di tempat.





Essay Tipe B:
Perbaikilah pungtuasi dan ejaan penulisan huruf dan penulisan kata menjadi EYD yang baik dan benar) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Paragraf Pertama:
Tulislah dengan lima puluh kurang satu tahun yang lalu 1928 tidak ada universitas atau institut pendidikan tinggi di kepulauan kita yang amat luas ini pada waktu itu ada hanya fakultas teknik terletak di bandung dan dengan jumlah mahasiswa yang amat sedikit semua guru besar merupakan orang belanda yang mengajar dalam bahasa belanda dan yang menggunakan buku-buku pelajaran yang tertulis dalam bahasa belanda atau bahasa jerman pada waktu itu ada hanya dua fakultas di jakarta fakultas hukum dan fakultas kedokteran di kota-kota lain di daerah-daerah lain tidak fakultas sekalian fakultas ada di jawa barat (Harsja W. Bachtiar).
Paragraf Kedua:
Secara garis besar, senyawa-senyawa kimia yang terdapat di alam tergolong pada asam, basa dan garam. Indikator digunakan untuk menentukan apakah suatu larutan bersifat asam dan basa. Indikator adalah zat kimia yang dapat berubah warna dalam larutan asam dan basa. Jadi, guna indikator adalah untuk menentukan apakah suatu larutan bersifat asam dan basa. Indikator terdiri dari: indicator lakmus merah dan lakmus biru, indicator universal, dan indicator alami. (Asam, Basa, Garam dan Tata Nama Kimia).
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan dalam uraian jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!












MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Kimia (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011 (26 April 2011)
Semester/Kelas : Genap/II C
Bobot : 2 Sks
Essay Tipe A:
1. Jelaskan jarak penutur dan lawan tutur dalam hubungannya dengan ragam bahasa tidak baku berdasarkan contoh!
2. a. Temukan peristiwa apa saja yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia!
b. Jelaskan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia!
c. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Apa maksudnya?
3. Pilihlah salah satu topik di bawah ini, kemudian buatlah uraian singkat dengan menggunakan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar!
a. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengembangan ilmu bidang Kimia.
b. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengetahuan.
c. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa teknologi.
d. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa seni.
4. a. Jelaskan pengertian diksi dan berikan contoh pemakaiannya dalam kalimat, sesuai dengan pemahaman kamu!
b. Buatlah sebuah paragraf/tulisan yang menggunakan majas (figure of speech) dan idiom!
5. Telitilah kesalahan atau kejanggalan dalam kalimat-kalimat di bawah ini dan selanjutnya perbaiki menjadi struktur kalimat yang benar!
a. Berita mana telah saya dengar menyatakan bahwa dia sudah melarikan diri.
b. Acara selanjutnya ialah sambutan dari wakil mahasiswa, Waktu kami persilahkan.
c. Bagi sekolah yang menerima murid baru harus menyetorkan uangnya kepada BNI 1946.
d. Kepada siapa yang merasa tidak adil harap mengajukan protes.
e. Kepada saudara-saudara saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
f. Kepada para pelamar diharapkan mendaftarkan diri.
g. Pada tahun ini merupakan tahun terakhir masa dinasnya sebagai pegawai negeri.
h. Rumah yang mana dahulu pernah saya tinggali baru-baru ini dibongkar oleh petugas yang berwajib.




Essay Tipe B:
Perbaikilah pungtuasi dan ejaan penulisan huruf dan penulisan kata menjadi EYD yang baik dan benar) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Paragraf Pertama:
ternyata bahwa semua mahasiswa daerah I berasal dari bogor dan sekitarnya tahun ijazahnya ialah 1976 b dari daerah II 7 orang mahasiswa memiliki ijazah 1975 dan 16 orang berasal dari kota-kota universitas seperti jakarta bandung yogya dan surabaya c mahasiswa dari daerah III berasal dari yogya dengan tahun ijazah 1975 di daerah V dan VI selain terdapat mahasiswa dengan rapor SMA yang baik juga terdapat mahasiswa dari sekolah-sekolah kejuruan yang disitu dianggap sebagai pelajaran yang berprestasi baik mahasiswa yang termasuk di daerah VII juga berasal dari sekolah kejuruan (Andi Hakim Nasoetion).
Paragraf Kedua:
Bioteknologi secara umum dapat dibedakan menjadi bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern. Dalam bioteknologi konvensional, biasanya dilakukan secara sederhana, tidak diproduksi secara besar, dan tidak menggunakan prinsip ilmiah. Contoh produk bioteknologi konvensional yang telah lama ada antara lain: tempe, oncom, tape, tuak, dan kecap. Dalam bioteknologi konvensional biasanya hanya menggunakan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur dan diproduksi dalam jumlah kecil. Sedangkan bioteknologi modern biasanya dilakukan dengan peralatan canggih, diproduksi secara besar dan menggunakan prinsip ilmiah. (Bioteknologi).
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan dalam uraian jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok.