Selasa, 01 November 2011

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.03
Bobot : 3 Sks
A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif!
1. Di negara-negara itu bahaya-bahayanya penyakit tersebut masih dikhawatirkan akan selalu mengancam setiap waktu.
2. Hakekat bahasa yang sebenarnya untuk memberikan pengertian kepada kita makna apa yang terkandung oleh kita dan juga memberikan pengertian apa yang kita ucapkan dan maksudkan.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!
1. Diksi non fiksi:
Pelaku antara pasar konsumsi dan pasar faktor produksi berkebalikan. Pada pasar konsumsi yang menjadi penjual atau penyedia barang yang dijual adalah produsen, sedangkan pada pasar faktor produksi, modal, tenaga kerja, dan alam dijual dan disediakan oleh masyarakat yang biasa menjadi konsumen dalam pasar barang konsumsi (rumah tangga konsumsi). Begitu pula pembelinya, pada pasar faktor produksi pembeli yang membutuhkan (tanah, bahan baku, tenaga kerja, dan modal) adalah para produsen untuk memenuhi kebutuhan proses produksinya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 1)
Barangsiapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilang nama
Barangsiapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang makrifat
Barangsiapa mengenal Allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah
Barangsiapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari
Barangsiapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terperdaya
Barangsiapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang niaga beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang ekonomi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik dan benar!
a. Lagu itu amat meresapkan hatinya sekali
b. Isi dari perjanjian itu ialah Indonesia menyediakan pulau Batam untuk daerah industri, sedangkan Singapura harus menyediakan modal.
c. Pers sepertinya tidak mau memperhatikan peringatan pemerintah.
d. Dewasa ini pertumbuhan agama Islam di Amerika cukup baik.
e. Setelah tinggal di Singapura orang mesti pandai berbahasa Inggris.
f. Dalam pembagian pupuk petani harus didahului.
g. Dua hari sebelum 17 Agustus semua toko harus sudah siap dihias.
h. Berapa jumlah pendapatmu hari ini?
i. Saya berselisih pendapat dengan dia.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Adat – tradisi
Antik – kuno
Ahad – minggu
Angkut – angkat
Asuh – ajar
Akan – hendak
Ampas – limbah
Anyir – busuk
Batas – hingga
Bulat – bundar

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!











UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.03
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Tak lupa saya ucapkan banyak-banyak terimakasih atas perhatian bapak yang mana telah sudi membimbing kami dan memberikan kritik-kritik, bila ada kesalahan-kesalahan/kekurangan-kekurangan dalam karya saya ini, mohon dimaafkan.
2. Begitu juga dengan jaminan sosial mereka dalam bidang pendidikan, bagi mereka faktor pendidikan merupakan salah satu faktor yang terpenting untuk dapat menjadi negara yang maju.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Pelaku antara pasar konsumsi dan pasar faktor produksi berkebalikan. Pada pasar konsumsi yang menjadi penjual atau penyedia barang yang dijual adalah produsen, sedangkan pada pasar faktor produksi, modal, tenaga kerja, dan alam dijual dan disediakan oleh masyarakat yang biasa menjadi konsumen dalam pasar barang konsumsi (rumah tangga konsumsi). Begitu pula pembelinya, pada pasar faktor produksi pembeli yang membutuhkan (tanah, bahan baku, tenaga kerja, dan modal) adalah para produsen untuk memenuhi kebutuhan proses produksinya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 2)
Barangsiapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Barangsiapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Barangsiapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barangsiapa meninggalkan zakat
Tiada hartanya beroleh berkat
Barangsiapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji



C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang pendidikan beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang ekonomi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Dalam sejarah Indonesia terkenal Konferensi Meja Bulat.
b. Sekali-sekali tidaklah saya mencintai dia.
c. Perbuatan jembatan itu banyak memerlukan biaya.
d. Dia meloncat ke dalam air.
e. Dia seorang atlit lompat galah.
f. Kami menyampaikan ucapan duka cita kepada para korban.
g. Kalau kita akan berangkat 10 hari lagi, maka hari keberangkatan kita jatuh minggu depan.
h. Buku tulis ABC enak ditulisnya.
i. Tadi saya sudah katakan.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Bunyi – suara
Buah – isi
Berikan – hidangkan
Beda – selisih
Bank – bang
Boroh – buruh
Bersalah – berdosa
Bantuan – pinjaman
Bobot – bubut
Bara – barah




D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!



UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi / UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.04
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Selain udara, matahari juga berguna bagi pembentukan Vitamin D dan pembentukan tulang.
2. Di dalam keluarga di mana dua orang manusia, dengan kuasa yang diterima dari Allah sendiri, mampu menciptakan seorang manusia baru.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 3)
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Berjalan hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi



C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang lisan beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang ekonomi akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Ucapanmu itu adalah tidak benar
b. Apa yang mereka harus perbuat
c. Rumahnya adik saya besar sekali
d. Dia diberi tahu yang ayahnya meninggal
e. Sebelumnya jam 10 saya tak bisa tidur
f. Bajumu bagus, di mana belinya?
g. Sudah saya bilang sama dia ayahnya akan datang
h. Si sakit itu akan makan sate.
i. Dia suka datang terlambat.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Bulu – buluh
Bengkalai – sisa
Biarkan – lepaskan
Bekerja – bermain
Bungkus – balut
Berlari – bergegas
Bertempur – berperang
Bukan – tidak
Belah – keping
Curi – rampok





D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!



UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi / UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.04
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Dari beberapa pokok persoalan yang diberikan untuk membandingkan dua atau lebih dialek, antara lain dalam bidang fonetik atau semantik.
2. Di dalam buku ini terdapat istilah-istilah kekerabatan yang terdapat pula orang Jawa dan Sunda dalam susunan masyarakat, yang ditulis berdasarkan Ilmu Antropologi.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 4)
Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datang daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikit pun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung





C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang tulisan beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Ekonomi Akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Sukar sekali memahamkan hitungan itu.
b. Saya hendak ke pasar besok akan membeli sepatu.
c. Kepada Bapak Kepala Sekolah waktu dan tempat kami persilahkan.
d. Bersama surat ini saya ucapkan terima kasih.
e. Saya disuruh pulang sama ibu.
f. Di mana rumahnya Si Leman.
g. Tolong tanyakan sama dokter!
h. Bolehnya bicara dengan siapa?
i. Hari ini banyak orang berbelanja di pasar. Mereka-mereka kebanyakan ibu rumah tangga.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Cobaan – siksaan
Cocok – cucuk
Contoh – ibarat
Cermin – kaca
Cerdik – pintar
Cerita – berita
Daki – kotoran
Dengan – dan
Dalil – dalih
Di – ke




D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!














UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.06
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Kegunaan dengan adanya gedung sekolah dalam menjalankan pendidikan, tentu saja di sini meliputi kegunaan dari sekolah-sekolah yang rendah tingkatannya sampai kepada sekolah tinggi.
2. Dengan besarnya pengaruh tenaga pendidik dalam soal pendidikan maka kiranya pemerintah perlu mengadakan perbaikan-perbaikan dalam rangka kesejahteraan guru-guru, misalnya dengan diberi jaminan sosial yang baik bagi guru-guru itu, antara lain: gaji yang cukup memuaskan serta perumahan yang baik, yang sesuai dengan mereka, pengangkutan yang disediakan untuk para guru-guru, baju beberapa stel untuk mengajar, sepatu, iuran untuk guru-guru, tiap-tiap bulan sebagai tambahan dan honorarium yang cukup memuaskan bagi guru-guru yang mempunyai kelebihan jam mengajar.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 5)
Jika hendak mengenal orang yang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang yang mulia
Lihat kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan ragam dialek beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Ekonomi Akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Kita orang tidak suka makan daging.
b. Bukunya siapa ini?
c. Bapak menanyakan saya dengan ibu?
d. Sementara orang meragukan berita itu.
e. Bilang sama dia, ”Kami sudah makan”.
f. Saya punya anak nakal sekali.
g. Botol itu berisi dengan minyak.
h. Di waktu hujan jalan itu licin.
i. Nasibmu bergantung dari usahamu sendiri.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Debu – tanah
Dikenal – terkenal
Dihentikan – diberhentikan
Efektif – Efisien
Enteng – ringan
Engkar – pembangkang
Ekor – kemudi
Fiktif – palsu
Forum – saluran
Gagap – gugup

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!












UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi / UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.06
Bobot : 3 Sks

A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Kita seringkali mendengar dan mengetahui berita-berita dari surat-surat khabar, majalah-majalah maupun dari berita-berita yang kita peroleh sendiri di beberapa tempat terutama di daerah Jawa Barat timbul keluh kesah dari rakyat terutama kaum petani, ini disebabkan merajalelanya tikus-tikus yang menyebabkan berpuluh-puluh bahkan ratusan hektare sawah-ladang dalam sekejap mata habis terganyang oleh hama tikus itu.
2. Semua sebab akibatnya sangat menyedihkan bagi rakyat terutama kaum petani karena di daerahnya kemungkinan besar akan timbul bahaya kelaparan timbul penyakit dan bahaya kemungkinan kekurangan bahan makanan pokok lain, misalnya jagung, singkong, dan tanaman palawija lainnya.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!

1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktikkan ”ilmu kimia”, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga, serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 6)
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan ragam terpelajar beserta contoh!

2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!

3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Ekonomi Akuntansi!

4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Dia duduk di muka sendiri
b. Di ujung jalan itu ada tempat bikin betul sepeda
c. Kamu malas, makanya dimarahi bapak
d. Pertemuan kita hari ini yang mana untuk membahas program kerja bulan depan
e. Busi yang sudah mati tidak berguna lagi
f. Teman yang baik adalah teman yang patuh
g. Tolong belikan saya jagung bakar
h. Saya disuruh guru mengumpulkan pulpennya yang jatuh
i. Indonesia berbeda waktu dengan Inggris 10 jam.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Gugur – runtuh
Perahu – Tongkang
Perlombaan – Pertandingan
Pelajaran – Pengajaran
Patuh – setia
Peradilan – pengadilan
Pakar – pikir
Pancuran – pancaran
Pekan – pakan
Penghitungan – perhitungan





D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!

Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.

Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.

Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!

3 komentar:

  1. berkunjunglah http://tersenyumlah-kawan.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. mbak admin, boleh tanya ga literatur utk ragam bahasa niaga, dan penggunaan bhs indonesia pd layanan umum & layanan niaga???

    BalasHapus
  3. Ini hanya soalnya aja ya ?? jawabannya ga ad ya ?

    BalasHapus