MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Ganjil)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Konsentrasi : Kependidikan Islam / Bimbingan Konseling (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011
Semester/Kelas : Pendek/II C
Bobot : 2 Sks
A. Essay
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif!
1. Selain udara, matahari juga berguna bagi pembentukan Vitamin D dan pembentukan tulang.
2. Di dalam keluarga di mana dua orang manusia, dengan kuasa yang diterima dari Allah sendiri, mampu menciptakan seorang manusia baru.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!
1. Diksi non fiksi:
Menurut Prayitno (2004:1), “Layanan konsultasi adalah layanan konseling oleh konselor terhadap pelanggan (konsulti) yang memungkinkan konsulti memperoleh wawasan, pemahaman dan cara yang perlu dilaksanakan untuk menangani pihak ketiga”. Konsulti pada dasarnya dilaksanakan secara perorangan dalam format tatap muka antara konselor (sebagai konsultan) dengan konsulti. Konsultasi dapat juga dilakukan terhadap dua orang konsulti atau lebih kalau konsulti-konsulti itu menghendakinya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 3)
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Berjalan hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang lisan beserta contoh!
2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!
3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang kimia!
4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Ucapanmu itu adalah tidak benar
b. Apa yang mereka harus perbuat
c. Rumahnya adik saya besar sekali
d. Dia diberi tahu yang ayahnya meninggal
e. Sebelumnya jam 10 saya tak bisa tidur
f. Bajumu bagus, di mana belinya?
g. Sudah saya bilang sama dia ayahnya akan datang
h. Si sakit itu akan makan sate.
i. Dia suka datang terlambat.
5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Bulu – buluh
Bengkalai – sisa
Biarkan – lepaskan
Bekerja – bermain
Bungkus – balut
Berlari – bergegas
Bertempur – berperang
Bukan – tidak
Belah – keping
Curi – rampok
D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.
Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!
MID SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : UIN 1110
Jurusan/Konsentrasi :Kependidikan Islam /Bimbingan Konseling (S1)
Fakultas/Universitas : Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Tahun Akademik : 2010-2011
Semester/Kelas : Pendek/II C
Bobot : 2 Sks
A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif!
1. Dari beberapa pokok persoalan yang diberikan untuk membandingkan dua atau lebih dialek, antara lain dalam bidang fonetik atau semantik.
2. Di dalam buku ini terdapat istilah-istilah kekerabatan yang terdapat pula orang Jawa dan Sunda dalam susunan masyarakat, yang ditulis berdasarkan Ilmu Antropologi.
B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya dalam penggalan beberapa kalimat berikut!
1. Diksi Non Fiksi:
Layanan konsultasi juga didefinisikan bantuan dari konselor ke klien di mana konselor sebagai konsultan dan klien sebagai konsulti, membahas tentang masalah pihak ketiga. Pihak ketiga yang dibicarakan adalah orang yang merasa mempertanggungjawabkan konsulti, misalnya anak, murid atau orang tuanya. Bantuan yang diberikan untuk memandirikan konsulti sehingga ia mampu menghadapi pihak ketiga yang dipermasalahkannya.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 4)
Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datang daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikit pun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang digunakan pada bidang tulisan beserta contoh!
2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!
3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada bidang Bimbingan Konseling!
4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Sukar sekali memahamkan hitungan itu.
b. Saya hendak ke pasar besok akan membeli sepatu.
c. Kepada Bapak Kepala Sekolah waktu dan tempat kami persilahkan.
d. Bersama surat ini saya ucapkan terima kasih.
e. Saya disuruh pulang sama ibu.
f. Di mana rumahnya Si Leman.
g. Tolong tanyakan sama dokter!
h. Bolehnya bicara dengan siapa?
i. Hari ini banyak orang berbelanja di pasar. Mereka-mereka kebanyakan ibu rumah tangga.
5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak tepat pemakaiannya!
Cobaan – siksaan
Cocok – cucuk
Contoh – ibarat
Cermin – kaca
Cerdik – pintar
Cerita – berita
Daki – kotoran
Dengan – dan
Dalil – dalih
Di – ke
D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan kalimat ”Kita berangkat Minggu depan” dengan kalimat ”Kita berangkat Ahad depan”. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat. Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu, kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa (tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jum’at yang tidak menurut hitungan semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jum’at karena pada hari itu umat Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jama’ah. Selanjutnya hari Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba’ (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba’ (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tis’a (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.
Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu, yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.
Note: dalam menjawab soal mid semester ini sertakan:
1. Print out lembaran soal yang Anda kerjakan (Kriteria soal genap/ganjil ditentukan berdasarkan urutan nomor Anda pada absen beserta kelas) dikumpul beserta lembar jawaban!
2. Buat daftar rujukan buku dan sumber yang Anda gunakan sebagai panduan untuk menganalisis jawaban mid semester ini di akhir jawaban!
3. Kejujuran dalam menjawab soal ini secara individu lebih diutamakan dan dihargai daripada menjawab soal secara berkelompok!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar