BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan berkaitan dengan penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan minat diskusi kelompok dan keterampilan menulis makalah untuk keperluan penugasan mata kuliah PMPBI 1 pada mahasiswa Jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan bagian dari penelitian tindakan (action research) yang bertujuan untuk memperbaiki praktik pembelajaran di kelas. PTK ini juga dapat dilakukan oleh dosen yang bertugas di perguruan tinggi terikat kepada Tridarma Perguruan Tinggi, yang mencakup pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian tindakan menurut Madya (2007:11) ditujukan untuk melakukan perubahan pada semua diri pesertanya dan perubahan situasi tempat penelitian dilakukan guna mencapai perbaikan praktik secara inkremental dan berkelanjutan, sedangkan Arikunto (2008:3) menyimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan bagian dari penelitian tindakan (action research). PTK melibatkan proses di mana melalui proses ini, dosen dan mahasiswa menginginkan terjadinya perbaikan, peningkatan, dan perubahan pembelajaran yang lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Menurut T. Raka Joni (1998) dalam Soedarsono (2001:2), PTK merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. Pernyataan Madya (2007:11) mengenai PTK, tidak jauh berbeda dengan pernyataan T. Raka Joni dalam Soedarsono (2001:2), yakni memiliki kesamaan dalam hal ingin mencapai perbaikan atau memperbaiki kondisi praktik pembelajaran.
Berbeda halnya dengan pernyataan mereka, Wiriaatmadja (2008:13) mengemukakan secara ringkas bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri, sehingga mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktik pembelajaran mereka dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. PTK sebagai perbaikan proses pembelajaran, juga diungkap oleh Zainil dan pernyataan dari Depdiknas mengenai tahapan PTK untuk memperbaiki proses pembelajaran. Zainil (2008:1) mengemukakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah penelitian yang dilakukan di kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran oleh guru sebagai peneliti yang dibantu oleh kolaburator. Tahapan dalam penelitian tindakan kelas dimaksudkan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya (Depdiknas, 2003:5).
Berdasarkan beberapa uraian mengenai PTK tersebut, maka penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah praktis yang dihadapi sendiri guna memperbaiki kinerja sendiri. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian tindakan ini adalah pengkajian terhadap permasalahan dengan ruang lingkup yang tidak terlalu luas yang berkaitan dengan keterampilan menulis makalah dan minat diskusi kelompok dalam mata kuliah PMPBI 1.
B. Rancangan Penelitian
Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan proses pengkajian melalui prosedur berdaur. Menurut para ahli secara garis besar terdapat empat tahapan yang dilalui untuk satu siklus, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Satu siklus mulai dari tahap perencanaan sampai refleksi merupakan evaluasi terhadap satu kegiatan. Jadi, bentuk penelitian tindakan tidak pernah merupakan kegiatan tunggal, tetapi suatu rangkaian kegiatan yang akan kembali ke asal, yaitu dalam bentuk siklus. Setelah selesai satu siklus, apabila peneliti masih menemukan masalah yang belum tuntas, dilanjutkan dengan siklus kedua, dengan langkah yang sama pada siklus pertama. Penelitian akan berakhir bila peneliti sudah yakin adanya peningkatan sebagai keberhasilan dari upaya perbaikan kinerja berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
PTK merupakan sebuah penelitian bersifat kolaboratif. Peran kerjasama (kolaborasi) menurut Wiriaatmadja (2008:63), sangat menentukan keberhasilan PTK, terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan penelitian, melaksanakan tindakan, observasi, merekam data dan menyusun laporan akhir. Melihat pentingnya kolaborasi dalam PTK, maka penelitian ini juga dilakukan secara kolaborasi.
PTK ini dilakukan empat tahap, yaitu perencanaan merupakan tahapan awal harus dilakukan. Tindakan merupakan penerapan dari rencana yang telah dibuat berupa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata kuliah PMPBI 1. Pengamatan untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan, yang akan dicatat adalah proses dan tindakan, efek-efek tindakan dan hambatan-hambatan yang muncul. Refleksi meliputi kegiatan analisis, sintesis, penafsiran, menjelaskan dan menyimpulkan. Hasil dari refleksi digunakan sebagai revisi terhadap perencanaan tindakan yang akan digunakan pada pertemuan selanjutnya.
Penelitian tindakan kelas ini dimulai dengan orientasi untuk mengetahui peningkatan diskusi kelompok dan peningkatan keterampilan menulis makalah mahasiswa Jurusan PGMI IA semester Juli – Desember 2009 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau pada mata kuliah PMPBI 1, setelah itu dilanjutkan dengan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi seperti yang dimaksud siklus I. Selanjutnya setelah direfleksi maka dilanjutkan pada siklus II dengan memperbaiki perencanaan awal yang ditujukan untuk mengatasi masalah yang ada pada siklus I dan berlanjut seterusnya sampai terjadi peningkatan minat diskusi kelompok dan keterampilan menulis makalah ilmiah mahasiswa Jurusan PGMI IA Semster Juli – Desember 2009 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau pada mata kuliah PMPBI 1. Alur penelitian ini digambarkan pada bagan berikut:
Belum
Bagan 3 Alur Penelitian Tindakan Pembelajaran Menulis Makalah dengan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw
Diadaptasi dari Kemmis & Taggart (1988:14).
Tahap-tahap Penelitian
1. Studi Pendahuluan
Peneliti melakukan studi pendahuluan terhadap pembelajaran menulis makalah pada mata kuliah PMPBI 1 Mahasiswa Jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Hal ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dosen dan mahasiswa berkaitan dengan pembelajaran menulis makalah dan pendekatan yang digunakan. Kegiatan studi pendahuluan meliputi: tes kemampuan menulis makalah serta mewawancarai mahasiswa mengenai praktik pembelajaran menulis makalah yang sudah dilaksanakan selama ini.
Hasil studi pendahuluan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menulis makalah belum dilaksanakan secara optimal. Dari hasil tes menulis makalah diperoleh fakta bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis makalah masih kurang memuaskan. Analisis terdahulu, hasil tes menulis makalah memperlihatkan hal-hal sebagai berikut (1) rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan, (2) rendahnya pemahaman unsur yang terdapat dalam daftar pustaka, (3) penulisan ejaan dan penggunaan tanda baca yang kurang tepat, sehingga makalah yang baik dan benar tidak dapat dipenuhi. Berikut dijelaskan satu per satu.
Pertama, rendahnya pemahaman unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan, seperti latar belakang masalah tidak tergambar jelas dalam bagian pendahuluan. Selain itu, bagian pendahuluan tidak hanya mencakup latar belakang saja, tetapi harus diungkapkan alasan-alasan ilmiah mengapa penulis memilih topik itu, uraian betapa penting topik itu, serta pembatasan untuk mempersempit topik. Kegiatan memahami unsur-unsur bagian pendahuluan melalui metode kooperatif tipe Jigsaw dapat membantu mahasiswa menyusun bagian pendahuluan dalam makalah.
Kedua, mahasiswa kurang memahami unsur yang terdapat dalam daftar pustaka dan teknik penyusunannya sehingga makalah tidak berlandaskan teori yang kuat. Padahal dalam daftar pustaka yang baik sangat membantu dalam menyusun data, fakta dan landasan teori berpikir dalam menulis makalah. Kegiatan memahami unsur yang terdapat dalam daftar pustaka dengan metode kooperatif tipe Jigsaw dapat membantu mahasiswa untuk menyusunnya dengan baik dan benar. Ketiga, penulisan ejaan dan penggunaan tanda baca yang kurang tepat, sehingga makalah yang baik dan benar tidak dapat dipenuhi.
Dari hasil wawancara diketahui bahwa dosen kurang efektif dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang tepat serta dosen tidak membimbing mahasiswa dalam menulis makalah. Kenyataan dalam kelas, dosen hanya menugasi mahasiswa menulis makalah sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing tanpa diarahkan pada kaidah dan teknik penulisan yang benar itu seperti apa. Dosen tidak memfokuskan mahasiswa kepada teknik penulisan makalah yang baik dan benar. Mahasiswa dibiarkan menulis makalah sesuai dengan pengalaman keseharian mereka.
Padahal, menulis makalah yang baik memerlukan strategi dan model pembelajaran yang tepat. Ini dimaksudkan agar makalah yang ditulis mahasiswa mampu membuat mahasiswa kreatif dalam berpikir, baik dalam memunculkan gagasan, mengembangkan gagasan, menyajikan, dan menuliskannya sebagai hasil final sesuai kaidah penulisan makalah yang baik dan benar. Metode kooperatif tipe Jigsaw dapat membantu mahasiswa memetakan pikirannya dalam memunculkan gagasan serta mengembangkan gagasan pokok dalam menulis makalah. Dengan metode kooperatif tipe Jigsaw, dosen dapat memfokuskan pikiran mahasiswa kepada satu gagasan pokok. Gagasan pokok inilah yang berkembang menjadi cabang-cabang kemudian cabang-cabang membentuk sub-subcabang. Kesemuanya itu membentuk suatu pikiran yang menunjang gagasan pokok. Dengan kata lain, makalah yang ditulis mahasiswa adalah makalah yang menunjang gagasan pokok, serta tidak lepas dari tema yang ingin disampaikan, sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan penggunaan tanda baca yang tepat.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan ini, dilakukan diskusi dengan kolaborator untuk melaksanakan tindakan dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa menulis makalah. Langkah berikutnya adalah pelaksanaan tindakan yang diawali dengan perencanaan tindakan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
1. Perencanaan Tindakan
Berdasarkan hasil studi pendahuluan tersebut, peneliti dan kolaborator secara kolaboratif menyusun rancangan tindakan, untuk memecahkan problem yang dijumpai dalam pembelajaran menulis makalah. Penelitian ini dilaksanakan hingga terjadinya peningkatan menulis makalah dengan motode kooperatif tipe Jigsaw. Pada bagian ini, dosen pengasuh mata kuliah atau peneliti mempersiapkan komponen-komponen sebagai berikut:
a. Dosen melaksanakan tes awal untuk melihat kemampuan dasar mahasiswa tentang menentukan sistematika dan unsur yang terdapat dalam makalah pada materi pembelajaran sistem semantik (makna kata).
b. Dosen mempedomani silabus untuk membuat satuan acara perkuliahan tentang pembelajaran menentukan sistematika dan unsur yang terdapat dalam makalah pada materi pembelajaran sistem semantik (makna kata).
c. Dosen menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran menulis makalah untuk menentukan sistematika dan unsur yang terdapat dalam makalah pada materi pembelajaran sistem semantik (makna kata).
d. Dosen menyusun rancangan penilaian
Dari hasil kerja kelompok, nilai yang diperoleh mahasiswa dimasukkan ke dalam tabel berikut :
Tabel 3 Aspek Penilaian Metode Kooperatif Tipe Jigsaw
No
Nama Aspek yang Dinilai
Skor
Nilai
Saling Ketergantungan Positif Tanggung Jawab Perseorangan Tatap Muka Komunikasi Antar Anggota
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
(Sumber: diadaptasi dari Slavin, 1995: 122)
Untuk lebih jelasnya tentang penilaian dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Aspek Penilaian
Pada saat kerja kelompok, ada beberapa hal yang dinilai terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa, diantaranya: (a) saling ketergantungan positif. Setiap anggota kelompok mempunyai tugas masing-masing yang menjadi tanggung jawabnya, tetapi secara keseluruhan menjadi tanggung jawab kelompok, sebab 1 anggota yang tidak selesai tugasnya atau terlambat dari waktu yang telah ditentukan akan memengaruhi kerja kelompok selanjutnya. Arti kata, 1 orang dari kelompok asal atau kelompok ahli yang belum menyelesaikan tugas dalam waktu yang telah ditentukan, berarti kelompok belum menyelesaikan tugas secara keseluruhan. Jadi aspek yang dinilai adalah kontribusi tugas setiap anggota terhadap kelancaran tugas kelompok, seperti ketepatan waktu dan tanggung jawab terhadap tugas, (b) tanggung jawab perseorangan, (c) tatap muka, (d) komunikasi antar anggota.
2. Skala Penilaian
Penilaian disusun berdasarkan skala likert ( Sudjana, 2008:81). Setiap aspek penilaian diberi bobot nilai 1,2,3,4, dan 5 dengan ketentuan sebagai berikut:
Penilaian secara individu yang dinilai adalah:
a. Saling ketergantungan positif
Nilai 1 = sangat lambat dalam menyelesaikan tugas
Nilai 2 = lambat dalam menyelesaikan tugas
Nilai 3 = cukup lambat dalam menyelesaikan tugas
Nilai 4 = sedikit lambat dalam menyelesaikan tugas
Nilai 5 = tidak pernah lambat dalam menyelesaikan tugas (tepat waktu)
b. Tanggung jawab perseorangan
Nilai 1 = kurang sekali usaha untuk menyelesaikan tugas
Nilai 2 = kurang usaha untuk menyelesaikan tugas
Nilai 3 = cukup usaha untuk menyelesaikan tugas
Nilai 4 = berusaha dalam menyelesaikan tugas
Nilai 5 = berusaha dengan gigih dalam menyelesaikan tugas
c. Tatap muka
Nilai 1 = kurang sekali dalam menyumbangkan pikiran dalam berdiskusi
Nilai 2 = kurang menyumbangkan pikiran dalam berdiskusi
Nilai 3 = cukup menyumbangkan pikiran dalam berdiskusi
Nilai 4 = banyak menyumbangkan pikiran dalam berdiskusi
Nilai 5 = sangat banyak menyumbangkan pikiran dalam berdiskusi
d. Komunikasi antar anggota
Nilai 1 = kurang sekali berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman
Nilai 2 = kurang berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman
Nilai 3 = cukup berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman
Nilai 4 = banyak berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman
Nilai 5 = sangat banyak berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman
Selanjutnya, perolehan nilai dirumuskan sebagai berikut:
SP = Skor perolehan N = Nilai
SM = Skor maksimal
Untuk menentukan tingkat partisipasi siswa dalam diskusi mengenai unsur yang terdapat dalam makalah, dipergunakan konversi skala 10 sebagai berikut ini :
Interval nilai Nilai ubahan skala 10 Kualifikasi
96-100 10 Sempurna
86-95 9 Baik sekali
76-85 8 Baik
66-75 7 Lebih dari cukup
56-65 6 Cukup
46-55 5 Hampir cukup
36-45 4 Kurang
26-35 3 Kurang sekali
10-25 2 Buruk
0-15 1 Buruk sekali
Sumber: Nurgiyantoro (2000:32)
Langkah-langkah yang dilakukan secara rinci dapat dilakukan sebagai berikut.
Langkah pertama melakukan diskusi untuk menyamakan persepsi tentang metode kooperatif tipe Jigsaw yang akan diterapkan dalam pembelajaran menulis makalah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 18 November 2009.
Langkah kedua menyusun rancangan tindakan berupa model satuan acara perkuliahan yang dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu, 20 dan 21 November 2009. Satuan acara perkuliahan (SAP) disusun dengan memperhatikan hal berikut: (a) menetapkan indikator pembelajaran menulis makalah, (b) memilih dan menetapkan materi yang akan disajikan, (c) menyusun skenario pembelajaran menulis makalah, (d) memilih media pelajaran yang akan digunakan, dan (e) merencanakan penilaian pembelajaran menulis makalah.
SAP dalam penelitian ini dirancang untuk dua siklus yang terdiri dari enam SAP. Setiap SAP dilaksanakan untuk satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x50 menit. Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus, maka pada siklus berikutnya dibuat tiga SAP untuk tiga kali pertemuan. SAP untuk siklus II dirancang dengan memperhatikan hasil refleksi dari tindakan siklus I.
Satuan acara perkuliahan pada siklus II pada dasarnya sama dengan siklus I. Perevisian hanya terjadi pada tahap penambahan waktu. Pada siklus I waktu yang dipergunakan untuk satu kali pertemuan 2x50 menit. Siklus II untuk satu kali pertemuan ditambah menjadi 3x50 menit.
Langkah ketiga mempersiapkan instrumen penelitian berupa lembar wawancara, catatan lapangan, lembar observasi sebagai rambu-rambu analisis proses kegiatan dosen dan mahasiswa, rambu-rambu analisis hasil pembelajaran metode kooperatif tipe Jigsaw. Instrumen penelitian berupa lembar wawancara, observasi, dan catatan lapangan dapat dilihat pada lampiran 8, 9, 10, 11, 12, 13.
Langkah keempat adalah melakukan pelatihan kolaboratif dalam melaksanakan pembelajaran menulis makalah dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 4 Desember 2009. Pelatihan ditekankan pada langkah-langkah pembelajaran yang sudah disusun. Setelah pelatihan kemudian dilakukan diskusi terhadap kegiatan yang belum dipahami.
Kegiatan terakhir adalah menyusun jadwal pelaksanaan tindakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada selasa, 8 Desember 2009. Jadwal disesuaikan dengan jam yang sudah disusun Jurusan PGMI. Pertemuan I untuk siklus I dilaksanakan pada Rabu, 16 Desember 2009 dengan fokus pembelajaran menulis makalah pada tahap pemunculan dan pengembangan gagasan. Pertemuan kedua dilaksanakan pada Rabu, 23 Desember 2009 dengan fokus pembelajaran menulis makalah pada tahap penulisan. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2009 dengan fokus pembelajaran menulis makalah pada tahap penyajian. Pelaksanaan siklus berikutnya dilaksanakan setelah melihat hasil refleksi siklus I.
3. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini, pengajar sekaligus peneliti melaksanakan tindakan pembelajaran menulis makalah dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw berdasarkan rencana yang telah disusun pada setiap siklus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x50 menit untuk satu kali pertemuan. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai pengajar dan kolaborator sebagai pengamat. Peneliti mengumpulkan data proses pembelajaran yang meliputi aktivitas mahasiswa, interaksi antara mahasiswa dengan pengajar, mahasiswa dengan mahasiswa, antara mahasiswa dengan bahan pembelajaran, dengan menggunakan instrumen pengumpulan data yang telah dibuat oleh peneliti dan kolaborator. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan sebagai berikut.
Pertemuan pertama merupakan tahap pembahasan kandungan makalah ilmiah dengan metode kooperatif tipe Jigsaw, meliputi: keilmuan, cara pemecahan masalah, pertimbangan terhadap literatur yang ada, kesimpulan yang tepat, bahasa, yang tergambar pada bagian pendahuluan, isi, simpulan dan saran, serta daftar pustaka. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah (1) menyiapkan mahasiswa untuk memulai pembelajaran, (2) menjelaskan metode kooperatif tipe Jigsaw, (3) memodelkan penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw dalam pembahasan unsur makalah ilmiah, (4) memunculkan dan menerapkan indikator teknik kooperatif tipe Jigsaw meliputi: saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota, dalam membahas komponen yang terdapat dalam makalah pembelajaran sistem semantik. Pertemuan kedua merupakan tahap penulisan. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah (1) menyiapkan mahasiswa untuk memulai pembelajaran, (2) memodelkan pembelajaran menulis makalah, (3) pertimbangan terhadap literatur yang ada, (4) kesimpulan yang tepat, (6) susunan dan bahasa, (7) merevisi makalah dengan menerapkan saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota. Pertemuan ketiga merupakan tahap penyajian. Kegiatan yang dilaksanakan adalah (1) menyiapkan siswa untuk belajar, (2) memodelkan penulisan makalah, (3) memberikan penilaian dan tanggapan terhadap penulisan makalah.
Pelaksanaan tindakan akan dilaksanakan di setiap siklus, maka perlu disusun langkah-langkah kegiatan belajar secara terperinci, yaitu sebagai berikut :
Pertemuan pertama:
A. Pendahuluan
Mahasiswa mendengarkan informasi dari dosen atau peneliti tentang kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai, serta mendengarkan langkah-langkah penggunaan metode kooperatif tipe Jigsaw yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran.
B. Kegiatan Inti
a. Dosen membagi mahasiswa menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 9 orang.
b. Dosen menjelaskan topik pelajaran hari ini, yaitu menentukan unsur-unsur yang terdapat dalam makalah pada materi pembelajaran sistem semantik (makna).
c. Dosen membagi bahan pelajaran menjadi 4 bagian. Bagian menentukan pendahuluan yang ada dalam makalah sistem semantik (makna kata), untuk kelompok pertama. Menentukan isi yang ada dalam makalah sistem semantik (makna kata), untuk kelompok kedua. Menentukan simpulan dan saran, untuk kelompok ketiga. Menentukan komponen daftar pustaka, untuk kelompok keempat, masing-masing dalam makalah sistem semantik (makna kata).
d. Bahan pembelajaran berupa pembahasan makalah untuk penugasan dilengkapi dengan tugas untuk mahasiswa.
e. Mahasiswa membahas dan mengerjakan tugas sendiri.
f. Setelah selesai, mahasiswa berdiskusi dalam kelompok untuk menyatukan pendapat tentang tugas yang dibebankan kepada kelompok mereka masing-masing. Dalam kegiatan ini, mahasiswa saling melengkapi, berinteraksi satu sama lain, bertanggung jawab dan mendiskusikan apa yang telah dibaca dan didiskusikan.
C. Penutup
Mahasiswa dibantu dosen, menyimpulkan pelajaran dan dosen memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan Kedua
A. Pendahuluan
Mahasiswa mendengarkan informasi dari dosen tentang kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai, serta mendengarkan penjelasan dari dosen tentang kelanjutan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
B. Kegiatan Inti
a. Dosen membentuk 4 kelompok belajar metode Jigsaw (masing-masing terdiri dari 9 orang). Anggota kelompok berasal dari perwakilan (ahli) dari kelompok sebelumnya.
b. Dosen memerintahkan anggota kelompok Jigsaw untuk mengajarkan satu sama lain apa yang telah mereka temukan pada pertemuan sebelumnya.
c. Dosen memerintahkan anggota kelompok Jigsaw untuk menyatukan pendapatnya agar hasil diskusinya lebih akurat dan lengkap.
d. Dosen meminta salah satu kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas, sedangkan mahasiswa yang lain menanggapi, memberi saran atas hasil kerja kelompok temannya.
C. Penutup
Mahasiswa dibantu dosen, menyimpulkan pelajaran. Dosen merefleksi dan melakukan evaluasi sebagai akhir dari kegiatan pembelajaran pada siklus I.
Pertemuan Ketiga
Pertemuan ketiga merupakan tahap penyajian akhir dari siklus I. Kegiatan yang dilaksanakan adalah (1) menyiapkan mahasiswa untuk berdiskusi, (2) memodelkan penulisan makalah, (3) memberikan penilaian, tanggapan terhadap penulisan makalah dan melakukan evaluasi. Pelaksanaan siklus berikutnya dilaksanakan setelah melihat hasil refleksi siklus I.
4. Pengamatan
Pengamatan dalam pembelajaran menulis makalah dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindak¬an pembelajaran. Dalam kegiatan ini, peneliti dan kolaborator berusaha mengenal, me-rekam, dan men¬dokumentasikan semua indikator proses, perubahan yang terjadi, baik yang disebabkan oleh tindakan perencanaan maupun dampak intervensi dalam pembelajaran menulis makalah. Keseluruhan hasil pengamatan direkam dalam bentuk lembaran observasi. Pengamatan dilakukan dan dibantu oleh kolaborator teman sejawat, yaitu sesama pengajar mata kuliah bahasa Indonesia Jurusan PGMI UIN Sultan Syarif Kasim Riau, bernama Drs. Nursalim, M.Pd.
Pengamatan dilakukan pada setiap siklus. Pengamatan yang dilakukan pada satu siklus dapat memengaruhi penyusunan tindakan pada siklus selanjutnya. Hasil pengamatan ini kemudian didiskusikan dengan kolaborator dan diadakan refleksi untuk perencanaan siklus berikutnya. Dalam proses observasi, peneliti dibantu oleh salah seorang dosen bahasa Indonesia. Dosen ini bertugas sebagai pengamat. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data selama penelitian berlangsung. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif, yang menggambarkan aktivitas mahasiswa, perubahan kinerja dosen, peningkatan aktivitas mahasiswa dalam pembelajaran menulis makalah, mutu pembelajaran dan perubahan suasana kelas. Untuk menghimpun data, dosen peneliti mempersiapkan beberapa instrumen berupa lembar observasi atau pengamatan dan catatan lapangan.
5. Refleksi
Refleksi diadakan setiap tindakan berakhir. Pada tahap ini kolaborator dan pe¬neliti mengadakan diskusi terhadap tindakan yang baru dilakukan. Hal-hal yang didiskusikan adalah (1) menganalisis tindakan yang baru dilakukan, (2) kesesuaian antara satuan acara perkuliahan (SAP) dengan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan (3) mendiskusikan dan menemukan pemecahan masalah apabila mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan (4) melakukan intervensi, pemaknaan, dan penyimpul¬an data yang diperoleh. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, peneliti dan kolaborator mengadakan perbaikan dan penyempurnaan SAP untuk kemudian dilaksanakan dalam pembelajaran pada siklus berikutnya. Selanjutnya peneliti dan kolaborator membuat rencana tindakan siklus II.
Dalam hal ini, perlu dikaji mengenai apa yang telah terjadi, apa yang telah dihasilkan, dan apa yang menjadi masalah dalam proses pembelajaran. Kegiatan refleksi ini bertujuan untuk mengetahui : (a) perlu tidaknya penjelasan tentang teknik diskusi membahas makalah pada materi pembelajaran tertentu dengan metode kooperatif tipe Jigsaw, (b) perlu tidaknya keterampilan berbicara dipahami oleh mahasiswa, (c) perlu tidaknya menjelaskan tentang topik yang akan dibahas, (d) perlu tidaknya mengubah skenario pembelajaran, (e) perlu tidaknya mempertimbangkan saran orang lain, (f) perlu tidaknya mengevaluasi pelaksanaan siklus yang sedang berlangsung.
C. Data dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini berupa data verbal dan data nonverbal. Data verbal ialah seluruh data yang terkait dengan proses pembelajaran maupun hasil pembelajaran menulis makalah dengan metode kooperatif tipe Jigsaw pada setiap tahap. Data nonverbal adalah data berupa foto-foto, gambar, denah dan sebagainya.
Data proses pelaksanaan diperoleh melalui kegiatan observasi yang dilakukan peneliti terhadap mahasiswa untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam menulis makalah, berupa catatan lapangan tentang perilaku peneliti dan mahasiswa, dan dokumentasi setiap tindakan. Data hasil dalam menulis makalah ini berupa makalah yang telah ditulis mahasiswa yang diperoleh setiap siklus penelitian selesai dilaksanakan. Sedangkan data proses dicatat dalam lembaran pengamatan yang berisi aspek-aspek yang diamati dalam menulis makalah, yakni keilmuan (mutu, substansi), cara pemecahan masalah, pertimbangan terhadap literatur yang ada, kesimpulan yang tepat, bahasa (tata bahasa dan gaya bahasa) dalam penulisan draf makalah, dan makalah yang sudah direvisi. Data proses penyajian berupa pembahasan makalah dengan memperhatikan teknik penulisan makalah yang baik dan benar.
Sumber data dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi:
1. Mahasiswa Jurusan PGMI IA semester Juli – Desember 2009 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang terdaftar pada semester IA tahun 2009 – 2010 dengan jumlah mahasiswa 36 orang. Seluruh mahasiswa yang berada di kelas tersebut terlibat dalam penelitian ini sebagai subjek penelitian. Latar belakang pemilihan mahasiswa Jurusan PGMI IA semester Juli – Desember 2009 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah untuk merangsang minat mahasiswa tersebut agar lebih kreatif dan inovatif dalam berbicara ketika diskusi kelompok dan untuk meningkatkan keterampilan dalam menulis makalah dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
2. Pengajar yang terlibat dalam proses pembelajaran menulis makalah dengan metode kooperatif tipe Jigsaw, serta
3. Interaksi pembelajaran yang melibatkan pengajar dan mahasiswa.
D. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah di ruang kelas IA semester Juli-Desember 2009 Jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang berada di perbatasan Kotamadya Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, berada di pinggiran kota dan dikelilingi oleh fasilitas kampus UIN serta perumahan masyarakat. Jumlah mahasiswa semester I Juli-Desember 2009 di Jurusan PGMI ini adalah 104 orang, yang terdiri dari mahasiswa kelas IA : 36 orang, kelas IB : 36 orang, dan kelas IC : 34 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester I Juli – Desember 2009 mata kuliah PMPBI 1, pada aspek keterampilan berbicara dan menulis. Materi dalam penelitian ini sejalan dengan materi program pembelajaran yang tercantum dalam satuan acara perkuliahan atau silabus yang disusun untuk setiap pertemuan mata kuliah PMPBI 1 pada Jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian dilakukan sejalan dengan proses pembelajaran dan mahasiswa tetap melaksanakan proses pembelajaran.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun gejala sosial yang diamati (Sugiyono, 2008:148). Sebagai alat ukur, maka instrumen penelitian memiliki kedudukan sangat penting dan sentral. Menurut Moleong (1988:103) kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan perencana, pengumpul data, analis, penafsir data, dan pada akhirnya peneliti menjadi pelapor hasil penelitiannya. Instrumen utama dalam penelitian ini dilengkapi dengan tes pra siklus dan pasca siklus serta tes unjuk kerja akhir siklus berupa pembuatan makalah. Instrumen selanjutnya berupa lembar observasi beserta catatan lapangan, dan wawancara.
1. Tes
Menurut Akhadiah (1988:5) tes merupakan sejenis alat ukur untuk memperoleh gambaran kuantitatif tentang perilaku seseorang. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja menulis makalah yang dilakukan sebelum dan setelah siklus untuk melihat peningkatan hasil pembelajaran menulis makalah. Menurut Akhadiah (1988:37), tes menulis mencakup berbagai jenis tes yang digunakan untuk mengukur aspek kemampuan menulis, seperti penguasaan unsur-unsur tulisan serta kosakata dan struktur tata bahasa merupakan aspek pemerolehan keterampilan dalam kemampuan menulis. Komponen yang dinilai dalam sebuah makalah ilmiah adalah penulisan dan isi makalah itu sendiri. Indikator pengukuran hasil tes unjuk kerja dalam bentuk makalah yang digunakan dalam penelitian ini diuraikan dalam lembar observasi penilaian makalah.
2. Lembar Observasi
Observasi adalah melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2005:76). Lembaran observasi langsung dilakukan selama proses pembelajaran pada siklus I, dan II. Lembaran digunakan untuk melihat apakah aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis dan berbicara meningkat atau tidak, setelah mereka mengikuti pembelajaran menulis dan berbicara dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Metode observasi menurut Wiriaatmadja (2008:110) terdiri dari observasi terbuka, observasi terfokus, observasi terstruktur dan observasi sistematik. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan observasi sistematik. Wiriaatmadja (2008:115) memaparkan bahwa pegangan pokok dalam observasi sistematik ini adalah bahwa observer akan melakukan suatu pengamatan terhadap tindakan pengajar untuk mencoba sesuatu dalam pembelajarannya dalam upaya meningkatkan kualitas yang sudah direncanakan dan dipikirkan bersama, dalam hubungan kemitraan pengajar-peneliti yang relevan dengan tindakan pengajar tersebut. Lembar observasi tercantum pada bagian instrumen penelitian.
Pedoman observasi berisi daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul, dapat diamati, dan dicatat pada lembaran observasi. Aktivitas mahasiswa pada penelitian ini meliputi aktivitas ketika, sedang, atau sesudah pembelajaran menulis makalah ilmiah dan diskusi kelompok menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw. Menurut Paul B. Diedrich (dalam Sadiman, 2005:101), aktivitas siswa yang dapat diobservasi adalah (1) Visual Activities, (2) Oral Activities, (3) Listening Activities, (4) Writing Activities, (5) Drawing Activities, (6) Motor Activities, (7) Mental Activities dan (8) Emotional Activities.
Pada penelitian ini yang diobservasi adalah: aktivitas mahasiswa, perubahan kinerja dosen, peningkatan aktivitas mahasiswa dalam pembelajaran menulis makalah, mutu pembelajaran dan perubahan suasana kelas, meliputi: (1) memperhatikan makalah ilmiah dan pembahasannya (visual activities), (2) bertanya, menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan (oral activities) (3) menulis makalah ilmiah (writing activities) dan (4) senang dalam pembelajaran (emotional activities). Lembaran kegiatan observasi dilakukan oleh rekan sejawat yang bertindak sebagai observer. Hal-hal yang diobservasi pada aktivitas belajar mahasiswa berkaitan dengan indikator teknik kooperatif tipe Jigsaw meliputi (a) saling ketergantungan positif, (b) tanggung jawab perseorangan, (c) tatap muka, (d) komunikasi antar anggota, (e) evaluasi proses kelompok. Observasi ceklis yang berisi indikator penilaian makalah, indikator pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan catatan lapangan mengenai langkah-langkah pembelajaran metode kooperatif tipe Jigsaw dapat diuraikan sebagai berikut.
Variabel Indikator Cek
a. Keterampilan Menulis
Makalah
- Keilmuan (mutu, substansi)
- Cara pemecahan/penyelesaian persoalan
- Pertimbangan terhadap literatur yang ada dan penyusunan daftar pustaka
- Kesimpulan yang tepat
- Bahasa (tata bahasa, gaya bahasa), eyd.
Variabel Indikator Cek
b. Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
- Saling ketergantungan positif
- Tanggung jawab perseorangan
- Tatap muka
- Komunikasi antaranggota
- Evaluasi proses kelompok
Langkah-langkah Pembelajaran Siklus 1 Cek
1. Kegiatan Awal
a. Mahasiswa sudah duduk sesuai kelompoknya atau sesuai kelompok ahli.
b. Dosen membagikan materi ahli untuk masing-masing anggota kelompok
c. Mahasiswa yang memiliki topik yang sama berkumpul membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli.
2. Kegiatan Inti
a. Mahasiswa berdiskusi pada kelompok ahli membahas materi yang menjadi tanggung jawabnya dengan saling membantu; Kelompok Ahli A membahas bagian pendahuluan yang ada dalam makalah semantik; Kelompok Ahli B membahas bagian isi yang ada dalam makalah; Kelompok Ahli C membahas bagian simpulan dan saran yang ada dalam makalah; Kelompok Ahli D membahas komponen daftar pustaka yang terdapat dalam makalah.
b. Setelah mahasiswa menguasai materi ahli, mahasiswa tersebut kembali ke kelompok asal untuk mempresentasikan materi ahli secara bergantian kepada teman-teman anggota kelompoknya dimulai dari materi Ahli A, materi Ahli B, materi Ahli C, dan materi Ahli D.
c. Dosen bersama mahasiswa menyimpulkan materi ahli yang dibahas pada hari itu
d. Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan materi hasil diskusi di depan kelas.
3. Kegiatan Akhir
a. Mahasiswa menyelesaikan soal kuis akhir pertemuan
b. Dosen memberikan arahan materi ahli untuk presentasi kelompok diskusi pertemuan minggu depan.
Langkah-langkah Pembelajaran Siklus 2 Cek
1. Kegiatan Awal
a. Mahasiswa sudah duduk sesuai kelompoknya atau sesuai kelompok ahli.
b. Dosen membagikan materi ahli untuk masing-masing anggota kelompok
c. Mahasiswa yang memiliki topik yang sama berkumpul membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli.
2. Kegiatan Inti
a. Mahasiswa berdiskusi pada kelompok ahli membahas materi yang menjadi tanggung jawabnya dengan saling membantu; Kelompok Ahli A membahas pengertian makna yang ada dalam bagian isi makalah semantik; Kelompok Ahli B mengidentifikasi pergeseran makna; Kelompok Ahli C menjelaskan jenis-jenis makna yang ada dalam bagian isi makalah; Kelompok Ahli D menjelaskan beberapa istilah makna dalam bagian isi makalah.
b. Setelah mahasiswa menguasai materi ahli, mahasiswa tersebut kembali ke kelompok asal untuk mempresentasikan materi ahli secara bergantian kepada teman-teman anggota kelompoknya dimulai dari materi Ahli A, materi Ahli B, materi Ahli C, dan materi Ahli D.
c. Dosen bersama mahasiswa menyimpulkan materi ahli yang dibahas pada hari itu
d. Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan materi hasil diskusi di depan kelas.
3. Kegiatan Akhir
a. Mahasiswa menyelesaikan soal kuis akhir pertemuan
b. Dosen memberikan arahan materi ahli untuk presentasi kelompok diskusi pertemuan minggu depan.
Selain menggunakan lembar observasi yang memuat catatan lapangan berupa aktivitas mahasiswa dengan metode kooperatif tipe Jigsaw, juga menggunakan lembar observasi penilaian makalah ilmiah dan lembar observasi langkah-langkah satuan acara perkuliahan yang memuat metode kooperatif tipe Jigsaw. Komponen yang dinilai dalam sebuah makalah ilmiah adalah penulisan dan isi makalah itu sendiri, seperti yang telah diuraikan pada tabel indikator pengukuran hasil tes unjuk kerja dalam bentuk makalah dan tabel observasi langkah pembelajaran metode kooperatif tipe Jigsaw berikut ini.
Tabel 6
Panduan Observasi untuk Dosen oleh Teman Sejawat
Lembaran Observasi terhadap Proses Pembelajaran yang Dilaksanakan Dosen dengan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw (Peneliti)
Aspek yang Dinilai Pilihan
Ya Tidak
A. Pendahuluan
1. Menyampaikan materi pra syarat
2. Memotivasi mahasiswa untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan belajar
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
4. Menyampaikan gambaran umum tentang materi yang akan diajarkan
5. Menyampaikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan
B. Kegiatan Inti
1. Menjelaskan langkah kerja kooperatif tipe Jigsaw (Pembagian kelompok dan materi diskusi)
2. Menjelaskan pelajaran dengan diskusi dan tanya jawab
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran
4. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan menanggapinya
5. Memberi penguatan
- Diberikan pada waktu yang tepat
- Kurang memberi penguatan
- Semua tanggapan diberi penguatan
C. Penutup
1. Penilaian proses dan hasil belajar
2. Merangkum pembelajaran
3. Memberikan evaluasi
Komentar observer terhadap pengajar dalam proses pembelajaran:
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Pekanbaru, Desember 2009
Pengamat
Beberapa catatan lapangan akan menyertai data yang dikumpulkan dengan instrumen tes dan lembar observasi dalam penelitian ini. Catatan lapangan diperoleh dari data mahasiswa selama melakukan kegiatan pembelajaran yang sesuai atau tidak sesuai dengan prosedur penelitian. Misalnya, mahasiswa melakukan plagiat dalam membuat makalah ilmiah yang bukan berasal dari ide sendiri, kekurangan dan kelebihan aktivitas mahasiswa dalam penerapan pembelajaran menulis makalah dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw dan lain sebagainya.
3. Wawancara
Instrumen wawancara berupa pertanyaan dari peneliti dan jawaban lisan dari partisipan penelitian, responden, mahasiswa, kolaborator, atau informan. Pertanyaan penelitian dibuat berdasarkan indikator menulis makalah ilmiah dan indikator metode kooperatif tipe Jigsaw. Bentuk instrumen wawancara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
No Pertanyaan Jawaban Mahasiswa
1 Bagaimana menurut pendapatmu tentang pembelajaran menulis makalah - metode kooperatif tipe Jigsaw yang baru kamu ikuti? Jelaskan!
2 Apakah kamu senang dengan pembelajaran semantik kooperatif tipe Jigsaw yang baru kamu ikuti? Mengapa?
3 Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara pengajar membawakan pelajaran menulis makalah - kooperatif tipe Jigsaw yang baru kamu ikuti? Jelaskan!
4 Bagaimana tes atau evaluasi yang dilakukan pengajar? Jelaskan!
5 Apakah kalian dapat menguasai materi pelajaran menulis makalah - kooperatif tipe Jigsaw yang baru kalian ikuti? Jelaskan!
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data harus disesuaikan dengan instrumen yang digunakan. Data terkumpul kemudian diukur sesuai dengan kriteria penskorannya, kemudian disusun ke dalam tabel sehingga mudah diverifikasi untuk masing-masing variabel, seperti diuraikan pada tabel berikut.
Data
Teknik Pengumpulan Data Instrumen
Tingkat keterampilan menulis makalah mahasiswa dengan metode kooperatif tipe Jigsaw Tes unjuk kerja pembuatan makalah - Tes
Tindakan pengajar dan mahasiswa dalam diskusi pembelajaran menulis makalah - dengan menerapkan metode kooperatif tipe Jigsaw. Pengamatan Lembar Pengamatan dan catatan lapangan
Respon / tanggapan mahasiswa terhadap proses pembelajaran menulis makalah - setelah menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw. Tanya jawab Wawancara
Agar pengumpulan data berlangsung secara teratur, sistematis dan sukses, yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) menyiapkan instrumen secara lengkap dalam bentuk lembaran observasi, tes, daftar wawancara, catatan lapangan, (2) menetapkan sumber data, seperti responden, dokumen-dokumen yang diperlukan, dan sebagainya, (3) menyiapkan operator atau pelaksana pengumpul data, (4) melakukan pengumpulan data secara sistematis sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
G. Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif .
1. Data Kuantitatif
Data yang dikumpulkan dengan tes unjuk kerja penulisan makalah - berupa nilai atau angka-angka dianalisis dengan menggunakan rumus ”mean” dari setiap indikator tes unjuk kerja. Penilaian penulisan makalah dengan metode kooperatif tipe Jigsaw pada mata kuliah PMPBI 1 Mahasiswa Jurusan PGMI IA Semester Juli – Desember 2009 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, menggunakan rumus perhitungan mean, menurut Riduwan (2006 :28), yaitu:
2. Data Kualitatif
Data yang dikumpulkan dengan observasi, ceklis, catatan lapangan, dan wawancara adalah data kualitatif (tidak memakai angka). Data ini dianalisis dengan teori analisis kualitatif (Gay, 2000 :239-241), meliputi : (1) mengorganisasikan data (data managing), (2) membaca dan memilah data (reading and monitoring), (3) mendeskripsikan data (description), (4) mengelompokkan (classification), (4) menginterpretasikan (interpretation).
Menurut Miles and Huberman (1992:16-20), analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penyimpulan. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan, dan pengabstraksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif dan representatif grafis. Sedangkan penyimpulan yaitu pengambilan inti sari dari sajian data yang telah terorganisasi dalam bentuk pernyataan kalimat yang mengandung pengertian luas.
Data yang berasal dari tes unjuk kerja mahasiswa digunakan rumus panduan ketuntasan belajar untuk melihat peningkatan tes unjuk kerja tiap mahasiswa pada setiap siklus. Dalam hal ini mahasiswa dianggap telah mencapai ketuntasan bila telah mencapai nilai angka 70-80 dengan nilai B. Untuk mengukur sejauh mana perkembangan keterampilan menulis makalah ilmiah mahasiswa dengan menggunakan teknik kooperatif tipe Jigsaw yang dilakukan pada setiap akhir siklus digunakan kriteria sebagai berikut:
Tabel 7. Penilaian Makalah Ilmiah Setelah Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Penilaian Makalah Ilmiah Nilai Bobot Nilai Akhir
Keilmuan (mutu, substansi) 20%
Cara Pemecahan/ penyelesaian persoalan 20%
Pertimbangan terhadap literatur yang ada dan penulisan daftar pustaka 20%
Kesimpulan yang tepat 20%
Bahasa (tata bahasa dan gaya bahasa) 20%
Penilaian Total 100%
Sumber: diadaptasi sesuai kebutuhan dari Frick (2008:51)
H. Teknik Keabsahan Data
Menurut Hopkins (1993) dalam Wiriaatmadja (2008:168-171), untuk menguji derajat atau kebenaran penelitian, beberapa bentuk validasi atau keabsahan data yang dapat dilakukan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. melakukan member check, yakni memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi yang diperoleh selama observasi.
2. melakukan validasi dengan triangulasi, yakni memeriksa kebenaran hipotesis, konstruk atau analisis si peneliti dengan membandingkan hasil dengan mitra peneliti. Triangulasi dilakukan berdasarkan tiga sudut pandang, yakni sudut pandang pengajar sebagai peneliti, sudut pandang mahasiswa, dan sudut pandang mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi.
3. melakukan saturasi, yaitu situasi pada waktu data sudah jenuh, atau tidak ada lagi data lain yang berhasil dikumpulkan atau tidak ada lagi tambahan baru, melakukan audit trail, memeriksa kesalahan-kesalahan dalam metode dan prosedur yang digunakan peneliti di dalam pengambilan kesimpulan. Selain itu peneliti juga memeriksa catatan-catatan yang ditulis peneliti dan mitra peneliti.
4. expert opinion, yakni meminta kepada orang yang dianggap ahli atau pakar penelitian tindakan kelas untuk memeriksa semua tahapan penelitian, key responder review, yakni meminta salah seorang atau beberapa mitra peneliti yang mengetahui tentang penelitian tindakan kelas, untuk membaca draf awal laporan penelitian dan meminta pendapatnya.
Selasa, 16 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

buk,soal buat c9,belum ada y buk,,??
BalasHapus